.

Selasa, 02 Maret 2010

Keracunan Arak Metanol, Harus Cuci Darah


DENPASAR, KOMPAS.com - Kepala Pelayanan Medik Rawat Jalan RSUP Sanglah Denpasar dr Ken Wirashandi mengatakan, upaya penyelamatan untuk para korban yang dalam kondisi kritis, tidak lain dari harus dengan cuci darah.

"Tiga pasien telah kami lakukan cuci darah, sementara seorang lainnya menolak. Itu terserah si pasien," katanya, Selasa (2/3/2010).

Dari sejumlah kasus serupa yang muncul sebelumnya, cuci darah merupakan salah satu langkah yang cukup efektif guna membersihkan unsur metanol yang ada dalam darah para pasien.

Mengingat itu, adalah keliru bila ada pasien yang menolak menjalani cuci darah. "Tapi, ya itu hak pasien-lah," katanya.

Kabid Humas Polda Bali mengaku telah mengamankan pemilik warung di daerah Klungkung yang diduga telah menjual arak metanol yang merenggut korban jiwa itu.

Dari hasil pemeriksaan, pemilik warung mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara membeli dari seorang pedagang keliling yang datang ke Pasar Seni Klungkung, akhir pekan lalu.

Selain telah memeriksa pemilik warung yang identitasnya masih dirahasiakan, polisi juga telah meminta keterangan dari sedikitnya enam orang saksi.

Melalui langkah itu, kata Kombes Sugianyar, kasus arak yang telah merenggut korban bagi para peminumnya itu diharapkan dapat diungkap secara tuntas dengan memproses orang-orang yang terbukti bersalah dalam kejadian ini.








Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Catatan Harian Rendra / Melangkah Pasti.com di inbox anda:


0 komentar:

Posting Komentar

 

Mengenai Saya

Foto saya
Hidup adalah Perjuangan jangan kau sia-siakan Hidup yang ber arti ini. Belajar Blogging, Kehidupan mencari Berita , Belajar Mandiri Dengan daya pikir.Merubah pikiran terbatas membuat tak terbatas dengan Kreatifitas yang sangat Pekat.